
AKULTURASI budaya Jepang dan Indonesia, memang belum melahirkan satu bentuk budaya baru. Tapi kebudayaan dua negara yang sudah bersahabat selama 50 tahun ini, ternyata saling mengisi dan cukup memberi warna yang berarti, tanpa harus saling mengklaim siapa yang lebih unggul.
Dalam IndonesianJapan Expo 2008 [IJE] yang bakal digelar di PRJ Kemayoran, 1-9 November 2008 mendatang, kerapatan budaya itu mendapat tempat dan ruang yang cukup diakomodir. Salah satunya adalah MANGA.
Meski angka pastinya tak tercatat, tapi komunitas MANGA di Indonesia ternyata cukup besar. Mereka yang tergabung dalam Indomanga, punya aktivitas yang cukup berlimpah untuk sekedar memberi ruang ekpresi anggota-anggotanya.
Sedikit menilik sejarahnya yang dikutip dari indomanga.org, Manga adalah istilah yang digunakan untuk menyebut komik Jepang. Kata “manga” digunakan pertama kali oleh seorang seniman bernama Hokusai dan berasal dari dua huruf Cina yang artinya kira-kira gambar manusia untuk menceritakan sesuatu.
Pada akhir abad 18, manga mulai muncul untuk pertama kalinya. Buku komik yang pertama muncul adalah kibyoushi yang berisikan cerita dengan gambar beserta narasi dan dialog di sebelah/mengelilinginya. Tema yang diangkat pun bermacam-macam. Pada akhir abad 19, Jepang secara cepat menyerap budaya, pengetahuan dan teknologi Barat, sehingga kibyoushi tergeser keberadaannya.
Manga adalah istilah yang digunakan untuk menyebut komik Jepang. Kata “manga” digunakan pertama kali oleh seorang seniman bernama Hokusai dan berasal dari dua huruf Cina yang artinya kira-kira gambar manusia untuk menceritakan sesuatu.Dalam sejarah manga, mungkin yang perlu dicatat adalah peranan Osamu Tezuka yang dikenal sebagai “God of Manga”. Tetsuwan Atom adalah manga karya Osamu Tezuka yang terkenal dan mendunia baik sebagai manga maupun anime.
Manga kemudian secara modern. Di Amerika Serikat pun, mang kemudian menjadi satu media yang bisa menembus dan “menjajah” komunitas budaya Amerika. Manga terbukti menjadi industri yang pesat di Amerika. Kabarnya, mencapai nilai $180 juta pada 2005.
Di Indonesia pun, komik Manga langsung menduduki best-seller. Bagian budaya Jepang ini rupanya memikat hati banyak penyuka komik, karena dinilai gambarnya unik dan punya gaya tersendiri. Hal itulah yang membuat komunitas ini hadir di IJE 2008 dan diharapkan bisa memberi nuansa lain dari ajang yang digagas untuk memperingati 50 tahun persahabatan Indonesia Jepang itu.
Khusus untuk manga ini, Indomanga yang digandeng untuk menggelar acara di IJE 2008 sudah mempersiapkan beberapa event dan acara yang cukup menarik. Ada dua acara yang bakal ditonjolkan, yaitu pameran dan kompetisi. Untuk pameran, sepeti yang dikatakan Ifan selaku panitia, mereka akan memamerkan karya-karya manga hasil gambar anak-anak Indonesia. “Nanti bisa dilihat, karya anak-anak Indonesia sebenarnya tidak kalah dan tidak sedikit yang jauh lebih bagus dibanding aslinya,” kata Ifan.
Indomanga yang digandeng untuk menggelar acara di IJE 2008 sudah mempersiapkan beberapa event dan acara yang cukup menarik. Ada dua acara yang bakal ditonjolkan, yaitu pameran dan kompetisi.Ada beberapa persyaratan untuk bisa mengikuti pameran manga ini. Kepada mereka yang karyanya terpilih, disarankan untuk tidak memajang karya aslinya. “Pihak Panitia tidak akan bertanggung jawab terhadap kerusakan maupun kehilangan atas karya peserta,’ jelas Ifan. Pameran ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengenalan kepada mereka yang datang dan tertarik tenang manga.
Kemudian wajib dan yang diprioritaskan adalah manga. “Biasanya ada beberapa karya anime juga, tapi untuk kali ini kita berikan kesempatan untuk manga,” imbuh Ifan. Juga disarankan untuk mengganti karya yang dipamerkan setiap 3 hari sekali. “Karena ada sembilan hari, jadi ada tiga karya yang bisa dipamerkan.”
Acara lain adalah kompetisi manga. Tema yang diangkat adalah Fanart X Japan. Kompetisi manga ini sendiri akan diadakan 8 November 2008. Menariknya, bahan-bahan untuk kompetisi ini disediakan oleh panitia. Kabarnya, panitia menyediakan hadiah 2 juta rupiah untuk pemenang dari kompetisi manga ini.
Untuk jumlah peserta kompetisi, menurut Ifan sampai saat ini sebenarnya sudah mencapai target. “Biasanya mereka mendaftar dadakan on the spot. Hal itu juga sudah kita antisipasi tapi nanti akan kita batasi jumlah pesertanya,” jelas Ifan lagi.
Workshop atau seminar tentang manga juga akan digelar. Seminar akan diadakan secara terbuka, artinya siapa saja yang tertarik dengan manga boleh masuk. Acara workshop ini menurut Ifan akan menjadi satu acara yang ditonjolkan karena menjadi ajang untuk memperkenalkan lebih dekat manga dan komunitasnya di Indonesia.
Selain workshop, akan ada juga tutorial. Malah –menurut Ifan—mereka akan dipandu oleh native-tutor dari Jepang. “Tidak setiap hari, tapi nanti kita akan atur jadual workshop yang dipandu langsung oleh orang dari Jepang,” jelas Ifan. Tutorial yang akan dilakukan adalah melakukan penjelasan langsung kepada pengunjung yang tertarik mengikuti, dengan durasi tutorial sekitar 30-45 menitan. “Semua bahan tutorial akan disediakan oleh pantia,” tambah Ifan.
Kesempatan tampil dalam IJE 2008 memang menjadi momentum yang menarik untuk manga. Diharapkan mereka yang sudah professional, amatir atau baru belajar manga, bisa saling memberikan informasi dan bertukar ilmu. Sinergi yang terbentuk dari semua budaya Jepang yang ada dalam IJE 2008, seperti cosplay, anime dan fashion harajuku adalah pertukaran ide dan memberikan rasa mencintai budaya antara kedua negara.[IJE2008/kanomedia]
No comments:
Post a Comment